Organisasi Informal

Organisasi bila dilihat dari cara pembentukannya akan dikenal organisasi formal dan organisasi informal. Baik dalam organisasi formal maupun organisasi informal, manusia tidak dapat melepaskan komunikasi. Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam hidup kita. Manusia membutuhkan berkomunikasi dimanapun dia berada. Hingga bisa dikatakan manusia tidak dapat berkomunikasi.

Organisasi informal adalah suatu organisasi yang terbentuk karena adanya kebutuhan – kebutuhan penting yang bersifat manusiawi yang harus dipenuhi dan ternyata tidak dapat dipenuhi oleh organisasi formal. Kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat berupa komunikasi, informasi, perhatian (simpati), kesempatan berkreasi, kebutuhan sosial. Organisasi informal merupakan refleksi (bayangan) dari organisasi formal. Organisasi informal memiliki ciri-ciri :

– hubungan antar individu sangat tergantung pada berbagai macam kebutuhan para anggotanya.

– seorang pemimpin muncul dan dipilih oleh para anggotanya.

– sistem pengendalian para anggota yaitu dengan pemenuhan kebutuhan.

– sistem ketergantungan tidak terlalu tinggi.

Peranan kelompok informal dalam proses pengendalian manajemen terletak pada partisipasi mereka dalam melakukan komunikasi, tertindak seperti apa yang diinginkan manajer, semangat bekerja sama guna meningkatkan peroduktivitas kerjanya dan sebagainya.

Seperti halnya organisasi formal, organisasi informal juga memiliki struktur tersendiri. Struktur inilah yang membedakan antara dua jenis organisasi tersebut. Adapun struktur organisasi informal, yaitu :
1. Organisasi informal adalah hubungan pribadi dalam organisasi yang mempengaruhi putusan di dalam organisasi tersebut tetapi ditiadakan dari skema formal dan tidak panggah dengan struktur formal organisasi.
2. Organisasi informal tumbuh karena berbagai faktor baik ekstern (pendidikan, umur, senioritas, jenis kelamin, latar belakang etnis dan kepribadian), maupun intern (jabatan, upah, jadwal kerja, mobilitas, dan simbol status)
3. Organisasi informal membentuk klik, status dan peranan, norma dan sanksi serta metode kerja sendiri lain dengan aturan formal.
4. Organisasi informal dapat bermanfaat bagi pribadi anggota dan organisasi, namun juga dapat membahayakan organisasi.
5. Organisasi informal berkembang dalam berbagai bentuk.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s